Tawa para melon di simpang lampu merah

Hahahaha kami para siluman hukum

Hukum sedang kami digagahi

untuk mengisi dahaga kami akan dunia

Hahahahaha

menunggu rakyat berkendara tak berkaca

aturan kami monopoli tanpa kemaluan

akhir dana pun menuju ke batang tembakau

nikmatnya dunia ini dengan asap hasil rampasan

nikmatnya menjadi kami rasanya tidak perlu mendatangi tuhan lagi untuk hidup

terima kasih HUKUM kami mencintai mu bagai seorang pelacur

senggama denganmu kami nikmati dengan semangat

kami sangat berterima kasih ayah ibu sudah merelakan kertas merah sekoper

supaya kami bisa memperkosa hukum dengan atas nama birahi dunia hahahaha

kamilah para melon di simpang lampu merah

Nusa Diantara iblis haram jaddah dunia

Indonesia negara yang kaya tak raya

lahan yang indah untuk para laknat berpesta

ditanah penuh daya dan nanah

negara demokrat tapi jeritan yang tertindas di gauli birokrat

inilah negara dimana para keparat tertawa

karena memperkosa keadilan

dimana para bangsat dengan heroik meneriakan

tuhan untuk kepentingan jidatnya

Tuhan kau dimana??tuhan bisakah kau percepat kiamat??

supaya dia yang menindas dapat melihat dan merasakan apa

neraka yang kau janjikan di kitab penuh kampanye mu

Mempelajari Materialisme Dialektika Historis Dari orang yang “juga” sedang belajar

Materialisme adalah pandangan khusus seseorang terhadap alam, manusia dan kehidupan yang dibangun diatas landasan materi. Pandangan ini menjelaskan bahwa segala apa yang ada dialam ini berasal dari satu sumber yaitu materi. Dan setiap pergerakan yang terjadi di alam ini diatur melalui hukum materi. Selain itu, pandangan ini juga dibangun diatas landasan adanya (kontradiksi) diantara materi sangat berbanding terbalik dengan Hegel.

Secara bahasa Dialektika berasal dari bahasa Yunani ‘dialogos’ yang artinya ‘percakapan’ dan ‘perdebatan’. Sedangkan menurut istilah artinya cara pandang seseorang agar sampai pada hakekat sesuatu dengan mengambil nilai-nilai kontradiksi terhadap lawan, hingga mampu menglahkannya. Materialisme historis adalah suatu proses intepretasi sejarah manusia dengan dasar materi. Sederhananya disini Marx menganggap sejarah manusia sebagai materi yang memuat berbagai kontradiksi dan berjalan sesuai dengan hukum materi. Sehingga kalau kita pelajari lebih dalam lagi maka kita akan sampai pada satu kesimpulan bahwa teori materialisme historisnya Marx sangat terpengaruh oleh teori evolusinya Darwin yang mengatakan ‘peperangan/pertentangan adalah asal dari kehidupan’. Teori ini dimulai dari satu kaidah bahwa produktifitas materi adalah asas kehidupan manusia dan sejarahnya. Marx memandang bahwa menjadi keharusan bagi manusia untuk menjadi pusat yang mampu menempatkannya dalam kehidupan ini, sebagaimana iua dituntut untuk mampu menciptakan sejarah. Sebagaimana diketahui bahwa hidup ini tidak lain hanya sebatas makan, minum, tempat tinggal, pakaian dan sebagainya, maka kerja sejarah adalah bagaimana mampu menciptakan sarana-sarana yang layak untuk memenuhi kebutuhan tadi.

Kongkritnya kerja menciptakan materi. Oleh karena itu, kekuatan manusia untuk mampu menciptakan materi merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan. Karena ia merupakan ukuran dari segala sesuatu. Dalam teori Materialisme Historis ini, Marx membagi perjalanan sejarah manusia kedalam lima fase, sebagai berikut: fase pertama, yaitu sistem hidup bersama. Fase ini adalah fase perpindahan manusia dari alam hewannya menuju tingkat sempurna. Disini manusia mulai memciptakan alat-alat kerja/berburu. Oleh kerena itu Sistem hidup bersama sangat cocok sekali pada fase ini karena ia dituntut untuk saling tolong menolong dalam menciptakan alat dan berjuang menghadapi berbagai macam gejala alam. Jadi kebersamaan mereka adalah kekuatan utama mereka untuk bisa bertahan hidup. Namun setelah manusia mengenal sisitem bercocok tanam yang menuntut manusia untuk berkelompok dan dikemudian hari memunculkan perang antar kelompok, maka berahirlah sistem hidup bersama. Dan mulailah manusia memasuki fase kedua yaitu sistem perbudakan. Dengan munculnya berbagaimacam kelompok, maka sistem perbudakan adalah lompatan besar yang mampu mendorong manusia maju kedepan. sistem ini biasanya dibangun diatas dua asas: perang dan agama. Perang diamainkan oleh para raja, sedangkan agama dimainkan oleh para rahib. Sedangkan masyarakat pada umumnya menjadi budak yang dikerjakan untuk menciptakan materi.

Namun di Eropa terjadi hubungan yang sadis terhadap kaum budak, seabagaimana dikenal dalam sejarah. Sehingga keadaan ini mengundang kaum budak untuk melakukan pemberontakan melawan kaum feodal. Walaupun pemberontakan mereka tidak mampu menggulingkan kaum feodalis,Namun dengan perkembangan materi dan ekonomi adanya penemuan alat pembajak dari besi–berakhirlah sistem perbudakan, karena ketika itu peran manusia digantikan oleh alat. Maka dari sini mulailah manusia memasuki fase ketiga yaitu sistem feodal atau Kapitalisme. Dengan penguasaan terhadap wilayah atau tanah, yang seluas-luasnya, manusia ketika itu mampu menciptakan materi/komoditi dengan jumlah yang sangat besar. Sehingga hal ini mampu mengantarkannya pada kemakmuran. Akan tetapi sistem ini menjadi neraka bagi para petani sebagai pengelola tanah. Nasib mereka terlantarkan, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mati karena kelaparan. Sementara itu para penguasa bisa menikmati hasil dari pertaniannya. Maka mulailah kaum petani memberontak melawan kaum feodalis untuk menuntut segala kelaliman dan kejahatan yang menimpa mereka. Walaupun pemberontakan itu tidak berarti apa-apa karena kuatnya posisi kaum feodalis yang berlindung dibalik benteng dan tentara. Namun dengan perkembangan materi dan ekonomi yang menemukan berbagai alat yang mampu menggantikan kerja tangan dan juga dengan meluasnya pemasaran perdagangan Eropa, maka sistem feodal runtuh. Dari sinilah mulai memasuki fase keempat, yaitu sistem kapitalis. Dibawah naungan sistem ini terjadinya kemajuan yang pesat dalam berbagai sisi kehidupan, khususnya bidang ilmu dan teknologi. Karena sistem ini akan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk demi meraih untung yang banyak. Begitu juga memalalui sistem ini terbentuknya manajemen baru produksi dengan saling bekerjasamanya sekolompok individu didalam satu pekerjaan. Juga berkembangnya sarana informasi dan tranfortasi untuk mendistribusikan barang-barang produksi didalam maupun luar negri. Namun lagi-lagi kemajuan dan kemakmuran yang dicapai hanya dinikamati oleh sebagian kolompok saja, yaitu para pemilik modal. Bahkan realitas yang ada menunjukan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Dengan kata lain sistem kapitalis telah membagi masyarakat kedalam dua kelompok, kaum borjuis dan proletar. Keduanya saling bertentangan memperebutkan kesejahteraan masing-masing. Oleh kerena itu Marx memandang bahwa harus ada sistem baru yang menggantikan sistem kapitalis dengan sistem yang tanpa kelompok dan mampu memperhatikan kesejahteraan kaum buruh. Sistem inilah yang ia sebut dengan sistem sosialis-dengan bentuk sempurnanya yaitu komunisme. Dan inilah fase kelima dari sejarah perjalanan hidup manusia. Sistem ekonomi komunis dibangun diatas landasan:

1. menutup hak kepemilikan individu,sehingga menghindari monopoli alat produksi 

2. menghilangkan kelas dalam masyarakat.

3. memusatkan beban masyarakat kepada Negara.

4. persamaan dalam upah.

5. menerapkan semboyan “dari semua sesuai dengan kemampuannya,dan untuk semua sesuai dengan kebutuhannya”.

6. menghilangkan sistem pemerintahan dimasa depan dan sebagai gantinya mendirikan masyarakat sosialis yang saling bekerjasama.

jadi Hipotesis daripada MDH ini adalah mengajarkan orang untuk berpikir menggunakan RATIO dan berdasarkan dengan kenyataan duniawi dalam pemecahan masalah. MDH inilah ayah nya komunisme yang diciptakan Marx

Setan lebih mengenal agama dan tuhan dari pada priyai karena setan lebih dulu merasakan surga dari pada para priyai yang terus meneriakan surga